Bahagia Itu Perlu Pengorbanan

By | September 21, 2016

Selamat sore sidang pembaca yang serius belajar, pada tulisan Saya sebelumnya Saya sempat menyinggung sedikit tentang Law Of Atraction (LOA) dari Rhonda Byrne ringkasnya apa yang kita pikirkan secara terus-menerus akan terjadi atau akan menjadi kenyataan nantinya.

Itu sebabnya Anda dan Saya sebaiknya berhati-hati dalam memilih pikiran. Sebab bila yang mendominasi adalah pikiran negatif semisal kecewa, marah, selalu menyalahkan orang lain, frustasi, putus asa dan selalu merasa kekurangan atau selalu merasa kehidupan Kita lebih buruk dari kehidupan orang lain – maka menurut Low of Atraction hal itu akan terpancar ke semesta dan kemudian seperti cermin – semesta akan memantulkan kembali kepada Kita. Putaran ini akan membuat hidup Kita terasa pedih dan memilukan.

Demikian juga bila Kita melakukan sebaliknya, Kita dominasi pikiran Kita dengan Hal-hal yang positif. Hal ini sangat penting dalam hal pengembangan diri. Sebab bila Kita penuhi hidup kita dengan visualisasi positif, tentang semangat, keyakinan akan mencapai keberhasilan, optimisme, perasaan bersyukur dan berlimpah – maka menurut Law of Atraction hal itu akan kembali lagi kepada Kita setelah terpancar dari semesta. Bahkan nilai tambahnya adalah Kita akan merasa bahagia.

Inilah sebabnya kenapa banyak sekali motivator dan psikolog selalu menyarankan untuk berpikir positif sesering mungkin, setiap saat, setiap hari, setiap detik bila memungkinkan. Kita disarankan untuk melakukannya terus, terus dan terus. Harus dilatih sehingga menjadi kebiasaan yang pada akhirnya menjadi karakter Kita. Seperti penemuan lainya yang sebenarnya bukan “penemuan” yang original sebab sudah ada sebelumnya hanya di modifikasi oleh generasi berikutnya, demikian juga LOA ini yang sebelumnya sudah di publikasikan oleh Seligman, beliau kerap kali disebut dengan Bapak psikologi positif melalui buku nya yang luar biasa “Learned Optimism”.

Nah terus sekarang bagaimana? mudah memang kelihatannya agar pikiran selalu positif, tapi kenyataanya banyak sekali godaan dalam kehidupan nyata untuk berbuat sebaliknya, saat ini faktor yang keras pengaruhnya adalah faktor ekonomi alias kantong. Namun tidak ada sesuatu yang tidak bisa dilakukan bila Kita terus berusaha, mengevaluasi dan berusaha lagi. Berita baik untuk Anda adalah ada cara mudahnya untuk selalu berada pada tingkat pikiran positif, apa itu? bergaullah dengan orang-orang yang memiliki vibrasi positif, dan bergaullah dengan orang-orang yang memiliki vibrasi positif. Lho kok sama? apakah Saya salah ketik? tidak, Saya tidak salah ketik karena memang cuma itu cara mudahnya. Dengan sering bergaul dengan orang-orang yang memiliki vibrasi positif lama-lama Kita akan “tertular”.

Langkah berikutnya setelah Anda memiliki pikiran positif adalah menyebarkan hal ini ke orang-orang terdekat Anda, sebab kebahagiaan itu ibarat parfum yang mana Anda akan menikmatinya dengan maksimal bila Anda semprotkan ke luar dari diri Anda. Bukankah tujuan dari semua yang Anda lakukan adalah mencari bahagia?. Contoh yang bisa Kita lakukan dalam keluarga adalah memberikan pujian kepada istri, anak-anak, orang tua dan mertua.

jadi, siapkah Anda berkorban untuk kebahagiaan?

kebahagiaan

5 thoughts on “Bahagia Itu Perlu Pengorbanan

  1. gastro pub

    I really like your writing style, excellent info, thank you for posting :D. “Your central self is totally untouched By grief, confusion, desperation.” by Vernon Howard.

    Reply
  2. BestKrystyna

    I see you don’t monetize indonesiakuhebat.com,
    don’t waste your traffic, you can earn additional bucks every month with new monetization method.
    This is the best adsense alternative for any type of
    website (they approve all sites), for more details simply search in gooogle: murgrabia’s tools

    Reply
  3. Izola Woeste

    Just stopping by… and I needed to share because recently I found a site talking about something something identical.The information wasamazing I admit.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *