memaknai hari buruh dengan bijak

By | May 1, 2017

hai pemuda nusantara. jadi inget dulu waktu di astra seririt dan bri gianyar, setiap ada temen ngajakin main sampai dini hari, kemah di bedugul, main ke puncak bogor atau ke gunung di lembang (waktu di bjb) pasti saya tolak dg halus kalau besoknya harus kerja. masih sewaktu di bjb saat hari raya galungan dan kuningan (salah satu hari penting di Bali) saya tidak ambil cuti, karena waktu itu masih banyak target yang belum terpenuhi. bahkan waktu di astra daihatsu saya ambil libur nikah cuma 3 hari saja karena nyadar masih menggantungkan hidup dari astra daihatsu.

sewaktu di bank syariah mandiri sukawati selalu datang pukul 7.30 untuk siap siap agar pelayanan jam 8.00 pagi bisa mulai dengan maksimal, karena sadar saat itu diberi kepercayaan untuk mengembangkan unit sukawati.

kenapa ajakan teman waktu masih bekerja waktu itu seringkali saya tolak, bukan karena tidak setia kawan. melainkan karena saya takut tidak maksimal bekerja esok hari. dan karena tau kalau untuk menyambung hidup waktu itu dibiayai dari gaji perusahaan, bukan dari teman teman main.

bersyukur sampai saat ini masih dikelilingi sahabat2 yang mengerti, inilah teman yang sesungguhnya, yang mengerti akan keadaan saya. Tidak ada ejekan saat saya menolak ajakan mereka saat itu.

Benar-benar sahabat sejati.. mereka tidak mengolok-olok saya saat menolak ajakan mereka karena mereka juga tau tidak bisa memberi saya uang untuk menyambung hidup setiap harinya.

yang ada dipikiran saya waktu bekerja dulu adalah bagaimana caranya memberikan yang terbaik kepada perusahaan. karena bagi saya waktu itu sudah dipercaya saja sudah syukur. saya tidak perduli bila dikatakan “mencari muka” karena bagi saya yang berkata seperti itu pasti karyawan yang malas dan tidak berprestasi.

yang lebih penting dari itu semua, kenapa saya serius sekali saat bekerja di perusahaan orang, sebagai putra Bali yang percaya hukum karma, saya ingin setiap makanan yang saya makan itu adalah hasil keringat sendiri agar menjadi manfaat buat tubuh.

Dan bagi saya juga, setiap pekerjaan pribadi yang saya lakukan saat jam kerja adalah salah satu bentuk korupsi waktu suatu bentuk pencurian. lalu apa bedanya saya dengan koruptor dan pencuri yang sangat saya benci itu.

sebagai catatan bahwa setiap saya tidak cocok dengan kondisi perusahaan, dan harus keluar. Pasti keluar dengan baik-baik.

jika begini kita memaknai hari buruh, bisa dibayangkan bagaimana berkualitasnya orang indonesia. Bukan tidak mungkin pemuda nusantara akan menjadi pilihan sdm di tingkat internasional yang bersaing dengan sdm jepang dan singapura.

gaji?

kalau perusahaan bisa kita bikin maju dan berkembang, gaji pasti naik… atau paling tidak fasilitas dan tunjangan kantor pasti meningkat. Dan yang paling penting, perusahaan tetap bisa beroperasional yang berarti Kita masih bisa mencari penghidupan dari perusahaan. Pernahkah teman-teman rasakan bagaimana nikmatnya mengetahui kalau perusahaan kita bekerja masih beroperasional esok hari? ah, ini sama nikmatnya dengan mengetahui kalau Saya pasti bisa membayar semua cicilan bulan depan.

kenapa bisa begitu, rumusnya darimana perusahaan untungnya meningkat sejalan dengan peningkatan gaji? tau gak teman-teman salah satu cara untuk mengurangi pajak di perusahaan adalah memperbesar biaya,..dan salah satu biaya itu adalah biaya gaji. lebih baik kasi karyawan daripada di kasih ke orang diluar perusahaan, gitu kira kira. 😁

selamat hari buruh pemuda nusantara, teruslah memberi yang terbaik yang kita bisa dan belajarlah memaknai setiap kejadian dengan bijak.
www.indonesiakuhebat.com
#selfdevelopment

3 thoughts on “memaknai hari buruh dengan bijak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *