Tumbuh dan Besar Bersama Re-Seller Anda

By | March 8, 2017

Blog ini memiliki tiga tema utama yang ketiga-nya saling menunjang untuk pengembangan diri yaitu Self Development, Marketing dan Financial Education. Ketiga bidang ini harus kita tingkatkan bila kita ingin mengembangkan diri kita. Tulisan kali ini adalah tentang marketing, simak apa yang akan saya bagikan berikut ya sidang pembaca.

Dalam dunia online selling istilah reseller pastilah sangat familiar ditelinga para pelaku online selling. Bagaimana tidak, para pelaku reseller ini sering digunakan untuk mendongkrak penjualan si pemilik produk. Berbagai carapun dilakukan untuk menggaet para reseller – reseller ini semata-mata untuk menambah angka penjualan. Dari cara-cara yang beretika sampai cara yang tidak beretika, nah tulisan kali ini akan membahas bagaimana cara memanfaatkan reseller dengan baik, baik disini maksudnya adalah hubungan yang tercipta adalah hubungan yang saling menguntungkan sehingga kerjasama bisa terjalin berkesinambungan.

Saya mulai dari hal-hal yang harus dihindari dalam berinteraksi dengan reseller kita adalahmenggunakan kemasan pengiriman dengan brand kita memenuhi kertas atau plastik kemasan dan disertai dengan akses ke kita langsung. Misalnya dikemasan itu kita bubuhi nomor telepon dan atau alamat email kita, ini tidak baik dan pasti akan merugikan reseler kita. Konsumen yang jeli pasti akan mencoba untuk menghubungi kita langsung pada pembelian berikutnya, dan reseller kita akan kehilangan langganannya. Memang pada saat itu kita mendapat tambahan order namun kita berpotensi kehilangan reseller kita. Bila hal ini sampai diketahui oleh para reseller kita, saya ragu apakah masih ada reseller yang percaya kepada kita lagi dan membantu kita untuk berjualan.

Pengalaman pribadi saya sebagai pelaku online reseller juga dimana penjual utama atau supplier saya pernah melakukan hal seperti ini yaitu kemasan nya berisikan branding perusahaannya lengkap dengan alamat website. Sebagai reseller yang hanya menerima nomor resi dari supplier Kenapa saya bisa tahu?. Benar kata pepatah “sepandainya kita menyembunyikan bangkai, akhirnya akan ketahuan juga” yaa, suatu saat bau bangkai itu akan menyebar. Ada saja cara alam semesta untuk menegakkan hukum besi kehidupan tadi. Suatu ketika langganan saya mengembalikan produk kain yang saya jual di www.langitbumikukebaya.comkarena ada cacat produksi, nah..begitu paket saya terima alangkah terkejutnya saya begitu melihat kemasan paket saya itu berisi brand dari supplier saya lengkap dengan alamat websitenya dan alamat medsosnya. Pelanggan saya tidak mengirimkan barang itu kepada supplier saya karena dia membelinya dari saya. Bathin saya pun berkata “giliran komplain ke saya, kalau orderan berikutnya pasti ke supplier nya langsung”. Dan tahukah Anda, semenjak hari itu saya tidak pernah berkerjasama lagi dengan supplier itu.

Inilah salah satu konsekuensinya, kita akan kehilangan para reseller-reseller kita dan secara langsung maupun tidak akan berdampak juga ke penjualan (omset) kita secara keseluruhan.

Lalu bagaimana cara yang baik dalam mengelola reseller? Semenjak hari itu juga saya berkomitmen bila suatu saat nanti saya memiliki reseller maka saya tidak akan melakukan hal yang sama seperti yang supplier saya lakukan. Bersyukur sampai sekarang jumlah reseller saya semakin hari semakin bertambah. Jadi yang saya lakukan adalah membedakan kemasan bila penjulan dilakukan oleh reseller dan oleh saya sendiri, kemasan reseller sama sekali tidak ada brand dan kontak saya.

Nah, itu tadi yang saya lakukan dalam mengelola reseller untuk membantu saya menambah omset perusahaan, bagaimana dengan anda?

One thought on “Tumbuh dan Besar Bersama Re-Seller Anda

  1. Leatha Dragon

    Thank you a lot for sharing this with all of us you actually know what you’re speaking approximately! Bookmarked. Please additionally consult with my website =). We will have a link change contract between us!

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *