Gaya Hidup Generasi Milenial Yang Berbahaya

By | December 4, 2017

Belakangan ini bisnis sedang lesu secara umum. namun yang sedang tidak lesu adalah gaya hidup generasi milenial Otomotif dan jasa servis yang menjadi kebutuhan pun belakangan tidak menunjukkan perkembangan yang signifikan, namun seperti kata pepatah “there are a silver line in every cloud” di tengah lesunya bisnis secara umum, ada bisnis yang sedang mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Bisnis apakah itu? coba kita lihat bisnis rumah sakit dan “leisure”. Bisnis rumah sakit tidak akan saya bahas di tulisan ini, namun menarik untuk membahas bisnis “leisure” ini, kenapa? sebab berbeda dengan rumah sakit atau bengkel dimana bila dalam kondisi sakit atau kendaraan anda bermasalah maka anda harus datang ke rumah sakit ataupun bengkel. Nah, bisnis yang menawarkan pengalaman gaya hidup ini merupakan bisnis yang tidak se darurat rumah sakit atau bengkel, dalam arti tanpa “leisure” pun anda bisa tetap beraktivitas seperti biasa. Namun ternyata itu adalah pola pikir lama. Untuk lebih memudahkan pemahaman saya akan jelaskan bisnis “leisure” yang saya maksud. Bisnis “leisure” yang dimaksud disini adalah bisnis yang menjual gaya hidup seperti rumah makan yang berkonsep, branded fashion atau tempat menginap yang berkonsep juga. Meningkatnya bisnis gaya hidup ini bisa dilihat dengan menjamurnya usaha-usaha seperti ini, apalagi di kota besar. “Menikmati hidup yang hanya sementara” begitu kata salah seorang sahabat. ” menghilangkan stress dan penat” kata sahabat yang lain begitu kata sahabat yang lain. baca juga : pendidikan keuangan Ditengah tuntutan pekerjaan yang begitu ketat di zaman sekarang, wajar saja bila Anda memerlukan tempat untuk menghilangkan penat. Namun sebagaimana dituturkan sejarah, tempat-tempat hiburan tadi tidak bisa menghilangkan rasa penat bila pikiran anda masih melompat kesana kemari. Mengetahui hal itu saya belajar mendidik diri supaya mengilangkan penat dengan cara rekreasi ke tempat murah meriah seperti taman kota atau pantai. Belum lagi ditambah dengan hadirnya layanan taksi online dan toko online yang memanjakan kita dengan layanannya, Anda yang tadinya tidak memerlukan barang atau jasa bisa tiba-tiba merubah pikiran anda untuk melakukan pembelian. “Males keluar, tinggal klik ” begitu dahsyatnya kemudahan yang diberikan. Padahal kalo anda dan saya juga tahu, setiap klik yang kita lakukan berarti uang keluar. Baik, katakanlah misalnya saya membeli makanan ayam goreng, dengan jasa online saya kena biaya 9.000 per satu kilometer jarak yang ditempuh, murah bukan? apalagi bagi generasi yang suka dengan yang serba instan, namun apa yang terjadi bila angka 9.000 tadi kita keluarkan selama setahun… hasilnya cukup untuk membeli emas batangan 5 gram. it is something to think about.. Dengan pola pikir seperti itu para generasi milenial inilah yang menjadi target para pebisnis gaya bidup, dengan segala upaya para pebisnis gaya hidup melakukan pemasaran agar para generasi milenial mau membelanjakan uangnya. Nah, jika anda yang sedang membaca tulisan ini adalah generasi milenial maka anda harus segera lengkapi diri anda dengan pengetahuan keuangan yang memadai agar hari tua anda kelak sejahtera.

gaya hidup mewah memang terlihat enak namun sangat banyak biaya yang diperlukan.

Di gambar yang saya dapat dari media sosial ini memang tidak bisa mencerminkan semua namun sepertinya layak untuk kita jadikan referensi, betapa banyaknya kita dapat menghemat bila kita merubah sedikit gaya hidup kita dan uang itu bisa kita gunakan untuk menabung untuk sebagai modal investasi kelak bila jumlahnya sudah mencukupi. Jadi bila Anda adalah generasi milenial, waspadalah dengan gaya hidup anda. -pyh-

2 thoughts on “Gaya Hidup Generasi Milenial Yang Berbahaya

  1. Question Papers

    Surely awesome stuff you have shared with your audience… I am a travel blog and follow some specifics. By the way keep working like this

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *